Skema FTTH Sederhana: Menentukan ODP dan Analisis Redaman Serta Jalur Fiber - PERWIRA LEARNING CENTER

Menentukan ODP dan Analisis Redaman Serta Jalur Fiber 

 

A. Latar Belakang 

Jaringan Fiber To The Home (FTTH) merupakan teknologi akses internet berbasis serat optik yang digunakan untuk memberikan layanan internet berkecepatan tinggi hingga ke rumah pelanggan. Dalam perancangan jaringan FTTH, diperlukan perencanaan yang matang terkait penempatan ODP (Optical Distribution Point), pembagian jalur fiber, serta perhitungan redaman (attenuation) agar kualitas layanan tetap optimal.

Artikel ini disusun untuk mempelajari skema sederhana jaringan FTTH berdasarkan ilustrasi jaringan dari OLT hingga pelanggan, serta melakukan analisis pembagian jalur dan perhitungan redaman optik. Tujuan dari pembelajaran ini adalah memahami konsep dasar perencanaan FTTH, menentukan jumlah ODP yang diperlukan, dan memastikan nilai redaman masih berada dalam batas standar jaringan optik.

B. Alat dan Bahan 

1. Perangkat Lunak 

2. Perangkat Keras 

  • OLT (Optical Line Terminal)
  • ODC (Optical Distribution Cabinet)
  • ODP (Optical Distribution Point)
  • Splitter optik (1:2, 1:4, 1:8, dll.)
  • Kabel fiber optik (single-mode)
  • PC atau Laptop untuk desain dan perhitungan
  • ONU/ONT sebagai perangkat pelanggan

C. Pembahasan 

1. Pengertian

FTTH menggunakan topologi PON (Passive Optical Network), di mana satu port OLT dapat dibagi ke banyak pelanggan menggunakan splitter pasif.

Berdasarkan skema yang ditampilkan pada gambar, alur jaringan adalah:

OLT → ODC → ODP → Pelanggan (ONU)

Pada skema ini:

  • OLT terhubung ke beberapa ODC

  • Setiap ODC membagi jalur ke beberapa ODP

  • Setiap ODP melayani beberapa pelanggan

Pembagian ini bertujuan untuk efisiensi distribusi jaringan fiber dan pengurangan biaya instalasi.

2. Analisis Redaman (Attenuation)

Redaman (attenuation) adalah penurunan daya optik yang terjadi sepanjang jalur serat optik akibat panjang kabel, sambungan, konektor, dan perangkat pasif seperti splitter. Analisis redaman sangat penting untuk memastikan sinyal dari OLT masih berada dalam batas sensitivitas penerima ONU pelanggan.

Komponen redaman pada jaringan FTTH meliputi:

  • Redaman splitter:

    • 1:2 ≈ -4 dB
    • 1:4 ≈ -8 dB
    • 1:8 ≈ -10 dB 
    • 1:16 ≈ -14 dB 

Contoh perhitungan sederhana (sesuai skema):

CARA ANALISIS/MENGHITUNG REDAMAN BERDASARKAN SKEMA :

1 OLT --> SFP +9

1 OLT --> 4 Buah ODC --> Splitter 1:4 = -8 dB

1 ODC --> 4 Buah ODP --> Splitter 1:4 = -8 dB

1 ODP --> 8 Customer --> Splitter 1:8 = -10 dB

Maka :

OLT ( SFP +9 ) --> 4 ODC ( 1:4 ) --> + 9 + (-8) = +1 dB

1 ODC --> 4 Buah ODP ( 1:4 ) --> +1 + (-8) = -7 dB

1 ODP --> 8 Customer ( 1:8 ) --> -7 + (-10) = -17 dB

Jadi, Redaman terakhir yang di terima pelanggan itu -17 dB 

Nilai ini masih dalam batas standar (umumnya -13 dB s/d -24 dB). 

3. Praktik yang dilakukan 

a. Pembagian Jalur Fiber

 

Dari gambar skema:

  • OLT memiliki satu port SFP dengan pembagian ke beberapa ODC

  • Setiap ODC menerima pembagian dari splitter (misalnya 1:2,1:4,1:8,1:6)

  • Dari ODC, jalur fiber diteruskan ke beberapa ODP

  • Setiap ODP mendistribusikan koneksi ke beberapa pelanggan

Misalnya dalam skema:

  • 1 port OLT → 4 ODC

  • 1 ODC → 4 ODP

  • 1 ODP → 8 pelanggan

Maka total pelanggan yang dapat dilayani:

1 × 8 × 4 × 4 = 128 pelanggan

4. Hasil pembelajaran

Dari praktik ini diperoleh pemahaman bahwa:

  1. Skema FTTH harus dirancang bertingkat untuk efisiensi distribusi jaringan.

  2. Penentuan jumlah ODP sangat dipengaruhi oleh kapasitas port OLT dan splitter.

  3. Perhitungan redaman sangat penting untuk memastikan sinyal sampai ke pelanggan dengan kualitas baik.

  4. Redaman terbesar biasanya berasal dari splitter, bukan dari kabel fiber.

5. Kendala dan solusi 

Kendala:

  • Kesalahan dalam menentukan rasio splitter sehingga redaman terlalu besar

  • Perhitungan panjang kabel yang tidak akurat

  • Penempatan ODP yang tidak strategis

  • Sambungan fiber yang banyak sehingga menambah redaman

Solusi:

  • Menggunakan rasio splitter yang sesuai standar PON

  • Mengukur jarak kabel secara realistis menggunakan peta atau survei lapangan

  • Menempatkan ODP dekat area pelanggan

  • Mengurangi jumlah sambungan splice jika memungkinkan

Daftar Pustaka 

Angga, A., Sidik, A. D., & Abrianto, H. (2024). Analisis redaman pada jaringan Fiber To The Home (FTTH) berteknologi GPON. Jurnal Cahaya Mandalika. [https://ojs.cahayamandalika.com]
Telkom University. (2024). Perancangan jaringan akses Fiber To The Home (FTTH) dengan teknologi GPON. Repository Telkom University. [https://repository.telkomuniversity.ac.id]
Telkom University. (2024). Analisis jaringan FTTH berbasis GPON dan XG-PON. Open Library Telkom University. [https://openlibrary.telkomuniversity.ac.id]
Tarluz Fiber Optic Supplier. (2024). Jaringan akses GPON dan fungsi splitter optik pada FTTH. [https://www.tarluz.com/ftth


Komentar

Postingan populer dari blog ini