Masalah Umum FTTH di Sisi Pelanggan
Perwira Learning Center
A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi jaringan, salah satunya itu Fiber To The Home (FTTH) memungkinkan pelanggan menikmati layanan internet dengan kecepatan tinggi dan koneksi yang lebih stabil. Pada sistem FTTH, kualitas layanan tidak hanya dipengaruhi oleh jaringan inti penyedia layanan, tetapi juga oleh kondisi instalasi dan perangkat di sisi pelanggan, seperti kabel, ONU/ONT, serta perangkat jaringan rumah.
Sering ditemukan berbagai masalah FTTH di sisi pelanggan, seperti koneksi internet tidak stabil, kecepatan tidak sesuai paket, hingga gangguan total layanan. Oleh karena itu, penulisan artikel ini bertujuan untuk memahami masalah-masalah umum FTTH di sisi pelanggan, mengetahui penyebabnya, serta mempelajari solusi yang dapat diterapkan sesuai dengan materi pembelajaran jaringan fiber optik.
B. Alat dan Bahan
1. Perangkat Lunak
a. Sistem Operasi Windows : sebagai sistem utama untuk menjalankan aplikasi.
b. Browser : untuk mengakses website sebagai sumber informasi.
c. Platform dokumentasi : Blogger
2. Perangkat Keras
a. Laptop atau PC : sebagai perangkat pengirim dan penerima data.
C. Pembahasan
1. Konsep FTTH di Sisi Pelanggan
FTTH merupakan jaringan fiber optik yang menghubungkan langsung penyedia layanan ke rumah pelanggan. Di sisi pelanggan, sinyal optik diterima oleh ONU/ONT yang kemudian mengubahnya menjadi sinyal listrik untuk diteruskan ke perangkat pelanggan melalui kabel LAN atau jaringan Wi-Fi.
2. Masalah Umum FTTH di Sisi Pelanggan
a. Koneksi internet tidak stabil
b. Kecepatan internet tidak sesuai paket
c. Indikator LOS pada ONU/ONT menyala merah
d. Wi-Fi sering terputus
e. ONU/ONT sering restart sendiri
3. Penyebab Masalah
a. Kabel fiber optik tertekuk atau putus : Menghambat transmisi cahaya sehingga sinyal melemah atau hilang.
b. Redaman tinggi akibat splicing atau konektor yang kurang baik : Sinyal optik tidak tersalur maksimal ke ONU/ONT.
c. Akibat kabel fiber putus, konektor kotor, atau splicing yang bermasalah.
d. Penempatan router tidak strategis : Sinyal terhalang dinding atau benda lain.
e. Perangkat pelanggan bermasalah, kesalahan konfigurasi, atau gangguan daya listrik.
4. Solusi yang Dapat Dilakukan
a. Memeriksa kondisi fisik kabel fiber optic : dapat diketahui apakah gangguan berasal dari jalur fiber atau dari perangkat, sehingga kestabilan koneksi bisa dipulihkan.
b. Pengecekan ONU/ONT : dapat mengetahui masalah yang terjadi. Cek kabel, jika bermasalah lapor ke pihak penyedia layanan.
c. Melakukan pengecekan indikator ONU/ONT : dapat diketahui masalah yang terjadi dari lampu indikator yang menyala. Jika kabel bermasalah, lapor ke pihak penyedia layanan.
d. Mengatur ulang posisi router ke tempat terbuka dan sentral membantu memperluas jangkauan sinyal serta mengurangi gangguan koneksi.
e. Melakukan restart atau reset ONU/ONT dapat menyegarkan sistem dan mengembalikan konfigurasi ke kondisi normal, sehingga perangkat kembali stabil. Melaporkan gangguan ke penyedia layanan jika masalah berlanjut
>> Kenapa Wi-Fi sering terputus jika router terhalang tembok atau benda lain? Karena Wi-Fi bekerja menggunakan gelombang radio. Gelombang ini bisa melemah atau terpantul saat melewati benda padat.
Yang mempengaruhi kekuatan sinyal Wi-Fi:
1. Dinding/tembok : Beton, bata, dan semen menyerap gelombang radio sehingga sinyal melemah.
2. Logam & kaca tebal : Logam memantulkan sinyal, kaca berlapis juga menghambat transmisi.
3. Ketinggian router : Router terlalu rendah mudah terhalang furnitur, terlalu tinggi membuat sebaran sinyal tidak merata.
4. Jarak : Semakin jauh dari router, sinyal semakin lemah.
5. Perangkat elektronik lain : Microwave, TV, kulkas, dan Bluetooth dapat menimbulkan interferensi.
>> Kenapa posisi router mempengaruhi kestabilan koneksi? Karena sinyal Wi-Fi menyebar ke segala arah, jika router:
Ditaruh di sudut rumah → sinyal hanya menyebar ke satu arah
Akibatnya, perangkat sering kehilangan koneksi dan Wi-Fi terasa putus-putus.
>> Terus posisi yang benar, bagus, dan membuat internet tetap stabil itu di mana?
1. Di tempat terbuka, seperti ruangan yang luas.
2. Di titik tengah rumah.
3. Tinggi ±1–1,5 meter dari lantai.
4. Tidak menempel tembok, bisa menggunakan rak.
5. Tidak dekat dengan perangkat elektronik.
6. Tidak tertutup furniture seperti lemari dsb.
e. Hasil Pembelajaran
Dari pembelajaran ini, diperoleh pemahaman bahwa gangguan FTTH di sisi pelanggan dapat berasal dari faktor teknis maupun non-teknis. Wi-Fi sering terputus karena sinyal radio melemah akibat terhalang dinding, benda padat, dan posisi router yang tidak strategis. Penempatan router di lokasi terbuka dan sentral serta pemasangan ONU/ONT yang tepat dapat memperluas jangkauan sinyal dan meningkatkan kestabilan koneksi. Penanganan yang tepat memerlukan pemahaman alur jaringan FTTH serta fungsi setiap perangkat di sisi pelanggan.
Daftar Pustaka
GBS Indonesia. (2023). Panduan splicing fiber optik dan alat yang digunakan. Diakses pada 29 Januari 2026, https://gbs-indonesia.co.id/news/splicing-fiber-optik-panduan-alat
GBS Indonesia. (2024). Panduan lengkap fiber optic splicing untuk koneksi stabil dan minim loss. Diakses pada 29 Januari 2026, https://gbs-indonesia.co.id/news/fiber-optic-splicing-panduan-lengkap
GeeksforGeeks. (2024). What is fiber optic cable splicing?. Diakses pada 29 Januari 2026, https://www.geeksforgeeks.org/computer-networks/what-is-fiber-optic-cable-splicing/
Teknik Elektro Universitas Surabaya. (2023). Proses splicing fiber optic. Diakses pada 29 Januari 2026, https://te.ubaya.ac.id/proses-splicing-fiber-optic/
